Kebakaran yang menghanguskan sebagian rumah milik Dudung (60), warga Lingkungan Nagrak, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Jawa Barat, Rabu (13/8/2025), berhasil dikendalikan berkat respon cepat petugas Damkar Ciamis.
Tindakan sigap tersebut mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Berdasarkan keterangan saksi, api mulai terlihat di bagian luar rumah korban dan dengan cepat membesar.
Kobaran api membakar jendela, dinding, serta sejumlah barang yang tersimpan di halaman, termasuk tumpukan backdrop foto studio yang mudah terbakar.
Beberapa warga mengaku sempat mendengar dua hingga tiga kali suara ledakan dari arah rumah saat kebakaran terjadi.
Ledakan diduga berasal dari barang-barang di luar rumah yang ikut terbakar.
Begitu menerima laporan dari warga, tim Damkar Ciamis langsung menuju lokasi.
Dengan menggunakan peralatan lengkap dan teknik pemadaman terukur, petugas berhasil menjinakkan api dalam waktu relatif singkat.
“Kami segera melakukan penyemprotan ke titik api utama untuk mencegah perambatan ke bagian rumah lain maupun rumah tetangga,” ujar salah satu anggota Damkar yang bertugas.
Kecepatan respon ini mendapat apresiasi dari warga sekitar, termasuk keluarga korban. Witri (33), anak Dudung, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Kalau Damkar terlambat sedikit saja, mungkin api sudah membakar lebih banyak ruangan. Alhamdulillah mereka datang cepat,” ujarnya.
Saat kejadian, pemilik rumah tengah berada di sawah. Di dalam rumah hanya ada dua anaknya, sementara sang istri berada di warung.
Kedua anak berhasil keluar dan meminta bantuan warga begitu melihat api membesar.
Dudung sendiri mengaku tidak mengetahui penyebab kebakaran, karena di area luar rumah tempat api pertama kali muncul tidak terdapat kabel listrik atau sumber api lain.
Sebelum petugas tiba, warga setempat sempat mencoba memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Namun, kobaran api sulit dikendalikan karena material yang terbakar sangat mudah merambatkan panas.
Kehadiran tim Damkar menjadi kunci utama dalam menghentikan perambatan api.
Tidak hanya memadamkan titik utama, petugas juga melakukan pendinginan area sekitar untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski begitu, kerugian materiil ditaksir mencapai jutaan rupiah, meliputi kerusakan sebagian bangunan, jendela, dan peralatan foto studio.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.
Warga diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau dan pada area penyimpanan barang mudah terbakar.




