Berita

Bulan Mulud dan Akhir Tahun Jadi Andalan Ciamis Dongkrak PAD Wisata

Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menaruh harapan besar pada momen-momen tertentu untuk mendongkrak pendapatan dari sektor pariwisata.

Dua di antaranya adalah perayaan Bulan Mulud dan libur akhir tahun, yang selama ini terbukti menjadi magnet utama kunjungan wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Ciamis, Heryan Rusyandi, mengungkapkan bahwa kedua periode tersebut kerap membawa lonjakan signifikan jumlah pengunjung, khususnya di destinasi unggulan seperti Situ Lengkong Panjalu.

“Setiap Bulan Mulud, kawasan Situ Lengkong selalu dipadati wisatawan, baik lokal maupun luar daerah. Begitu pula di akhir tahun, hampir semua objek wisata milik Pemkab ramai dikunjungi,” jelasnya, Rabu (13/8/2025).

Meski ada optimisme, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi wisata hingga akhir Juli 2025 baru mencapai 56,84 persen dari target tahunan.

Dari total target Rp913.500.000, baru terkumpul Rp519.189.000, sehingga masih ada kekurangan Rp394.311.000 yang harus dikejar hingga akhir tahun.

Target tersebut berasal dari enam destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah, yakni Situ Lengkong Panjalu (Rp750.000.000), Astana Gede Kawali (Rp17.000.000).

Situ Wangi Kawali (Rp55.000.000), Karangkamulyan (Rp46.000.000), Tirta Winaya (Rp45.000.000), serta arung jeram (Rp500.000).

Selain dari objek wisata, Dinas Pariwisata juga menarik retribusi dari kios stadion serta kios dan MCK Karangkamulyan.

Namun realisasinya masih rendah. Untuk kios stadion, target Rp30.186.000 baru terealisasi Rp1.500.000.

Sementara kios dan MCK Karangkamulyan yang ditargetkan Rp5.000.000, belum menyumbang pemasukan sama sekali.

Heryan menjelaskan, hal ini disebabkan relokasi kios dari lokasi lama ke Rest Area Karangkamulyan yang baru diresmikan pada Juli lalu.

“Mulai Juli, penarikan retribusi kembali dilakukan. Masih ada waktu enam bulan untuk mengejar target,” katanya.

Tirta Winaya, salah satu objek wisata unggulan, sempat ditutup sejak Maret 2025 karena perbaikan fasilitas.

Kini, destinasi tersebut kembali dibuka dan diharapkan mampu menambah pendapatan.

Untuk menarik lebih banyak wisatawan, Dinas Pariwisata Ciamis terus mengoptimalkan promosi di media sosial dan menggelar berbagai event.

Strategi ini diharapkan mampu memanfaatkan momentum Bulan Mulud dan akhir tahun sebagai puncak kunjungan wisatawan.

Data menunjukkan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Ciamis hingga Juli 2025 telah mencapai 1.169.356 orang atau 89,95 persen dari target tahunan sebanyak 1,3 juta pengunjung.

Angka ini mencakup kunjungan ke destinasi yang dikelola pemerintah daerah, desa, Perhutani, pihak swasta, maupun perorangan, termasuk wisata kuliner dan akomodasi.

Dengan tingginya angka kunjungan ini, Pemkab Ciamis optimistis momen Bulan Mulud dan libur akhir tahun akan menjadi kunci untuk mencapai target PAD pariwisata 2025.

Related Articles