Universitas Galuh (Unigal) terus menunjukkan komitmennya dalam menjawab tantangan era transformasi digital melalui langkah konkret menuju konsep Smart Campus.
Dalam momentum Wisuda ke-43, universitas yang berakar kuat pada nilai-nilai Budaya Kagaluhan ini menegaskan arah baru dalam tata kelola pendidikan tinggi yang modern, berdaya saing global, dan berbasis inovasi digital.
Rektor Unigal, Prof. Dr. Dadi, M.Si, menyampaikan bahwa transformasi menuju Smart Campus bukan sekadar perubahan sistem teknologi, tetapi juga perubahan paradigma dalam seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Dadi menjelaskan, Smart Campus berarti kampus yang adaptif terhadap perkembangan zaman, mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk efisiensi akademik, dan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya lokal.
Hal itu Dadi sampaikan dalam pidato wisuda yang mengusung tema “Nilai Luhur Budaya Kagaluhan sebagai Akar Kepemimpinan Etis untuk Mencapai Indonesia Emas 2045.”
Universitas Galuh, menurutnya, telah melakukan perubahan bertahap dalam implementasi sistem digital, mulai dari pengelolaan administrasi, kegiatan akademik, hingga pelayanan mahasiswa yang terintegrasi.
Langkah-langkah ini menjadi pondasi dalam mewujudkan tata kelola universitas yang efisien, transparan, dan inovatif sesuai prinsip Good University Governance.
Transformasi digital Universitas Galuh juga didukung dengan perluasan jaringan kemitraan internasional. Kampus ini aktif menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri untuk memperkuat mutu pendidikan dan penelitian.
Menurut Prof. Dadi, kolaborasi global menjadi pilar penting agar universitas tidak hanya menjadi pusat pengajaran, tetapi juga penggerak inovasi dan riset yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Dalam dunia yang semakin terhubung, kolaborasi lintas negara sangat diperlukan untuk mencetak lulusan yang mampu bersaing secara global,” ungkapnya.
Selain itu, Universitas Galuh juga menjadi salah satu inisiator dalam kegiatan konservasi lingkungan dan pembangunan kawasan perbatasan Kunci Bersama, sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap masyarakat dan daerah.
Capaian Universitas Galuh dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat pada tahun 2025 menunjukkan peningkatan signifikan.
Sebanyak 39 dosen berhasil memperoleh hibah kompetitif nasional dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek RI, dengan total dana mencapai Rp 2,045 miliar.
Jumlah tersebut meningkat hingga 68 persen dibanding tahun sebelumnya, meliputi 22 proyek penelitian dan 17 kegiatan pengabdian masyarakat.
Tidak hanya itu, dua dosen juga berhasil mendapatkan pendanaan program Mahasiswa Berdampak, hasil kolaborasi antara dosen dan BEM Universitas Galuh, dengan total dana sebesar Rp 215 juta.
“Capaian ini membuktikan bahwa Universitas Galuh terus tumbuh sebagai universitas yang produktif dan inovatif dalam riset, serta berkomitmen untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Dadi.
Langkah Universitas Galuh menuju kampus global tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama institusional, tetapi juga melalui kesempatan internasional bagi mahasiswanya.
Sejumlah mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) dan Fakultas Pertanian (Faperta) berhasil mengikuti program magang ke Jepang, yang kini telah mencapai batch keempat dengan total peserta lebih dari 15 orang.
Di sisi lain, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) juga menorehkan prestasi membanggakan.
Repita Wulansari, mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika, berhasil mengikuti Program Pengalaman Lapangan Persekolahan (PLP) Internasional di Sangkhom Islam Wittaya School, Thailand pada Januari–Februari 2023.
“Kami ingin mahasiswa Universitas Galuh tidak hanya kompeten di tingkat nasional, tetapi juga memiliki wawasan dan pengalaman internasional,” tegas Rektor.
Dalam bidang komunikasi publik, Universitas Galuh turut menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih peringkat ke-3 nasional kategori Media Sosial dalam ajang Anugerah HUMAS Diktisaintek 2025 tingkat LLDIKTI Wilayah IV.
Selain itu, universitas ini juga berhasil masuk Top 25 WJRS, serta Top 5 kategori Kesenjangan Pembangunan dan KIJB, dengan tiga penelitian unggulan menembus Top 5 Nasional, bahkan satu di antaranya berhasil mencapai Top 3 Kementerian/Lembaga/Perguruan Tinggi.
Pencapaian ini memperkuat posisi Universitas Galuh sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di wilayah Jawa Barat yang berorientasi pada inovasi, etika, dan pengabdian.
Ketua Yayasan Pendidikan Galuh, dr. Hj. Pupung Oprianti, M.Kes, menegaskan bahwa lembaganya terus memperkuat komitmen dalam peningkatan kualitas pendidikan.
“Universitas Galuh berkomitmen menjadi institusi yang berdaya saing melalui tata kelola yang baik, peningkatan mutu pelayanan, dan pengembangan SDM unggul yang siap menghadapi tantangan era digital,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Universitas Galuh.
“Wisuda bukan akhir perjalanan belajar, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk berkontribusi pada masyarakat dan bangsa,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Universitas Galuh yang terus berperan aktif mencetak generasi muda berkualitas.
“Perubahan zaman yang ditandai dengan disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan membutuhkan SDM yang adaptif. Kami yakin lulusan Universitas Galuh mampu menjadi pelaku perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Ciamis akan terus bersinergi dengan dunia pendidikan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah.
Melalui berbagai langkah inovatif, kolaborasi internasional, dan komitmen terhadap nilai-nilai budaya Kagaluhan, Universitas Galuh menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya membentuk insan cerdas, tetapi juga berkarakter dan beretika.
Transformasi menuju Smart Campus bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang Universitas Galuh dalam mempersiapkan generasi masa depan yang berdaya saing tinggi dan berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.



